TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA, MOHON MAAF APABILA MASIH BANYAK SEKALI TERDAPAT KESALAHAN

Laman

Jumat, 24 Februari 2012

Ilmu Tafsir



A.Pengertian Tarjamah,Tafsir & Ta'wil
Tarjamah
Adalah memindah bahasa ke bahasa lain  ∕ memindahkan suatu pembicaraan ke dalam bahasa lain tanpa menjelaskan makna asli yang diterjemahkan.Terjamah dibagi menjadi 2 yaitu:
  1. Terjemah harfiyah       : memindahkan bahasa ke bahasa lain dengan memperhatikan kesesuaian kesesuaian dalam tata bahasa & susunannya serta menjaga keutuhan makna asli.
  2. Terjemah tafsiriyah     : keterangan suatu pembicaraan & penjelasan maknanya dengan menggunakan bahasa lain tanpa memperhatikan tata bahasa aslinya dan susunannya.
TAFSIR
            Etimologi        :mengembalikan arti yang jelas
            Terminologi     :
Menurut Imam Zarkani       : ilmu yang mempelajari Al-Qur'an dari segi dilalah atas maksud yang diinginkan Allah sesuai kamampuan manusia.
Menurut Imam Zarkasyi      : ilmu untuk memahami Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dan menjelaskan maknanya serta menyimpulkan hukum – hukum dan hikmahnya.
TA'WIL
            Bahasa             :kembali
            Istilah              :mengalihkan lafadh dari arti rojih masyhur ke arti marjuh.
                                    Ex.  يد الله    = kekuasaan Allah

B.Perbedaan Tarjamah,Tafsir & Ta'wil
Tafsir   : kata yang menjelaskan ayat Allah & menentukan dengan hadits shohih
Ta'wil  : merupakan batasan ulama'
Tafsir   : sesuatu yang berhubungan dengan riwayat
Ta'wil  : sesuatu yang berhubungan dengan diroyah
Tafsir   : mayoritas untuk menjelaskan lafadh dan mufrodnya
Ta'wil  : mayoritas untuk menjelaskan kandungan arti dan jumlah
Tafsir   : tidak memuat penjelasan yang beraneka ragam
Ta'wil  : memuat penjelasan yang beraneka ragam
Tafsir   : memberikan pengertian seakan –akan ini yang dimaksud Allah
Ta'wil  : mengumpulkan salah satu diantara beberapa kemungkinan ini yang dimaksud Allah
Tafsir   : memberikan suatu berita dari dasar yang dima'tsur
Ta'wil  : memberikan suatu berita dari hakikat
Tafsir lebih umum dari ta'wil
Perbedaan Tarjamah & Tafsir          :
Terjemah         : tidak diperbolehkan ada perubahan
Tafsir               : diperbolehkan ada perubahan

Terjemah         : secara umum memuat keseluruhan arti asal dan maksud dari pada arti tersebut
Tafsir               : hanya menduduki kesempurnaan penjelasan baik secara ijmali maupun tafshili

A.Bukti Keaslian & Kemurnian Teks Al-Qur'an
            Diantara bukti keaslian & kemurnian Al Qur'an,yaitu bahwa Al Qur'an mempunyai keistimewaan,yang mana Al Qur'an itu mempunyai sifat yang kekal sepanjang masa, terjaga dan terhindar dari kepunahan dan penyimpangan serta pemalsuan.Seperti firman Allah  :
إنا نحن نزّلنا الذكروإناله لحافظون      
Artinya : "Bahwasanya kamilah (Allah)yang telah menurunkan Al Qur'an dan Kami yang akan menjaganya"

B.Proses Pengumpulan Dan Penulisan Al-Qur'an
a.Pada Masa Nabi Dan Sahabat
  1. Dengan cara mushafahah dengan dituntun dari mulut kemulut antara sahabat yang hafal.
  2. Rasulullah menunjuk sahabatnya yang hafal untuk menulisnya dipelepah kurma,batu-batu kecil,potongan-potongan kulit unta.diantara sahabat yang ditunjuk adalah:|Muawiyah,Zaid bin Tsabit,Ubai bin Ka'ab,Kholid bin Walid,Tsabit bin Qais.
b.Pada Masa Abu Bakar
            Abu bakar menyuruh zaid bin tsabit untuk mengumpulkan 5 pembukuan al-qur'an setelah perdebatan sengit dengan umar bin khotob.
            Pada th 12 H,ketika itu abu baker menghawatirkan ketidakaslian al-qur'an oleh perbuatan musailamah al-kadzab dan anak buahnya,banyaknya penghafal al-qur'an yang meninggal pada perang yamamah.ketika abu baker meninggal kitab tersebut diberikan kepada umar.ketika umar wafat kemudian disimpan dirumah hafshah binti umar sampai diambil untuk ditulis ulang pada masa kekholifahan usman bin affan.

c.Pada Masa Usman bin Affan
Pada zaman islam berkembang keberbagai penjuru,otomatis bacaan al-qur'an terdapat perbedaan penulisan huruf dan bacaan,sehingga usman memiliki inisiatif untuk bermusyawaroh dengan para sahabat karena hawatir terjadinya penggatian huruf al-qur'an.
            Kemudian usman membentuk panitia pembukuan al-qur'an yang terdiri dari:Zaid bin Tsabit,Abdullah bin Zubair,Sa'id bin Ash dan Abdurrahman bin Harist bin Hisyam.panitia ini diketuai oleh zaid bin tsabit.
            Tugas panitia ini adalah membukukan al-qur'an dengan menyalin mushaf yang ada pada hafshah.Mereka berhasil membukukan 4 mushaf al-qur'an,mushaf ini diberi nama mushaf ustmany dan dikirim ke irak,syam,mesir,kufah.Kemudian usman menyuruh membakar semua mushaf yang tidak sesuai dengan mushaf ustmany.

C.Kondisi Masyarakat Arab Saat Al-Qur'an Diturunkan
            Kondisi masyarakat Arab sebelum datangnya Islam berada dalam kebodohan dan jahiliyah,hanya ada segelintir orang yang mengenal tulisan.Sedangkan mayoritasnya dalam keadaan buta huruf ,tidak bisa membaca dan mengenal tulisan.Keadaan buta huruf tersebut dikenal dengan sebutan "ummi".   

A.Pengertian Nuzul Al-Qur'an

B.Cara Turunnya Al-Qur'an & Hikmah Turunnya Secara Berangsur
            Ada 3 tahap Al-Qur'an diturunkan:
1.ke Lauh Al-mahfudh
            Dalam tahap ini Al-Qur'an diturunkan ke Lauh Al-Mahfud berarti telah diilhamkan di alam malakut.
2.ke bait Al-Izzah
            Penurunan Al-Qur'an ke Bait Al-Izzah,merupakan berita gaib yang tidak dapat diketahui kecuali menurut keterangan hadist Nabi SAW.
3.kepada Nabi Muhammad di bumi
            Waktu yang dipergunakan menurunkan Al-Qur'an adalah logis,tidak mungkin sekaligus,tetapi secara berangsur-angsur dalam kurun waktu yang panjang yaitu 22 tahun 2 bulan 22 hari.
            Hikmah turunnya Al-Qur'an secara berangsur-angsur:
a.Agar lebih mudah difahami dan dilaksanakan
b.Menguatkan dan meneguhkan hati Nabi SAW
c.Mempermudah hafalannya
d.Kesesuaian dengan peristiwa-peristiwa dan pentahapan dalam penetapan hokum
e.Bukti yang pasti bahwa Al-Qur'an diturunkan dari sisi Yang Maha Bijaksana dan Maha Terpuji

C.Perbedaan Ayat Makiyyah Dan Ayat Madaniyah
            Ayat makiyah adalah ayat yang diturunkan sebelum Nabi hijrah.Ciri-cirinya:
a.Ciri yang bersifat pasti         :
1.Setiap surat yang terdapat adanya ayat sajadah
2.Tiap-tiap surat didalamnya terdapat lafadh كلاّ
3.Diawali dengan ياأيّهاالنّاس  atau يابنى أدم
4.Tiap surat yang berisi kisah para Nabi & umat terdahulu,kecuali S.Al-Baqoroh
5.Tiap surat yang diawali huruf hijaiyah
b.Ciri umum    :
1.Ayat ∕surahnya pendek,nada ucapan keras,agak bersajak
2.Ayatnya mengandung seruan beriman kepada Allah,hari kiamat,mencela syirik,menggambarkan surga & neraka
3.Mengajak manusia berakhlaq mulia
4.Ayatnya terdapat lafadh sumpah
            Ayat madaniyah adalah ayat yang diturunkan sesudah nabi hijrah.Ciri-cirinya:
a.Ciri yang besifat pasti          :
1.ditujukan kepada orang mukmin
2.Mengandung perintah untuk berijtihad & hukumnya
3.Menjelaskan ibadah,muamalah,sanksi-sanksi,kekeluargaan serta pembagian harta waris
4.Membeberkan perilaku orang munafik
5.Mengajak orang Yahudi & Nasrani untuk memeluk agama islam & menjelaskan penyimpangan mereka
b.Ciri umum    :
1.Ayat∕surahnya panjang,gaya bahasa jelas dalam menerangkan hukum Allah
2.Menerangkan bukti & dalilyang menunjukkan hakikat keagamaan
            Perbedaan Makki dengan Madani      :
a.Dari segi waktu turun:
Makki              :diturunkan sebelum hijrah
Madani            :diturunkan sesudah hijrah
b.Dari segi tempat turunnya
Makki              :turun di Makkah dan sekitarnya,ex.Mina,Arofah dan Hudaibiyah
Madani            :turun di Madinah dan sekitarnya,ex.Uhud,Quba
c.Dari segi sasaran
Makki              :seruannya ditujukan kepada penduduk Makkah
Madani            :seruannya ditujukan kepada penduduk Madinah

a.Ayat & Surat Pertama Diturunkan
            Ayat pertama diturunkan,ada 2 pendapat:
1.S.Al-Alaq :1-5.Diturunkan bertepatan pada malam jum'at tanggal 17 Ramadlon ∕06 Agustus 610 M   (pendapat paling masyhur)
2.S.Al-Muddatsir :1-5.Ayat ini menunjukkan tentang kerasulan Nabi 
            Surat pertama diturunkan adalah S.Al-Fatihah :1-7

b.Ayat & Surat Terakhir Diturunkan
            Ayat terakhir diturunkan,ada banyak pendapat:
1.S.Al-Baqoroh           :281 (pendapat paling unggul)
2.S.Al-Baqoroh           :287.Ayat tentang riba
4.S.An-Nisa                :172.Ayat tentang hukum waris
5.S.At-Taubah             :128-129
Surat terakhir diturunkan adalah surat An-Nashr:1-3

A.Macam-Macam Tafsir
 * Tafsir terbagi menjadi 2,yaitu tafsir bil Ma'stur dan Tafsir Bir Ro'yi ∕ bil Ma'qul.
Tafsir bil Ma'stur adalah tafsir yang datang dari Al-Qur'an,sunnah dan perkataan para sahabat yang menerangkan maksud Allah dalam kitab-Nya.Dan juga mempunyai pengertian,tafsir yang berdasarkan riwayat yang sahih baik dari Al-Qur'an atau sunnah atau dari sahabat Rasul.
            Tafsir bil Ma'qul adalah tafsir yang didalamnya,para mufassir banyak bergantung kepada ijtihad dan akalnya dalam menerangkan makna Al-Qur'an.

B.Contoh Kitab Tafsir
Tafsir Bil Ma'stur
Tafsir Bir Ro'yi
جامع البيان في تفسير القرأن(الطبري)
مفاتح الغيب(الرازي)
بحر العلوم(نصر محمد لسمر قندي)
مدارك التنزيل وحقائق التأويل(عبدالله بن أحمدالنسفي)
الكشف والبيان(أحمد إبراهيم لنيسابوري)
البحر المحيط(محمد يوسف بن حبان الأندلوسى)
معالم التنزيل(الحسن بن مسعود البغوي)
روح المعانى(محمد الألوسى البغدادى)
تفسير القرأن العظيم(إبن كثير)
السراج المنير(محمد الشربيني الحطيب)
الدر المنثور في تفسير بالمأثور(السيوطي)
تفسير الجلالين(المحلي والسيوطي)

A.Pengertian Qiraat
            Qiraat adalah jamak dari qiraat yang berarti bacaan & masdar dari qara'a.Menurut istilah qiraat adalah salah satu madzhab pengucapan Al-Qur'an yang dipilih oleh salah satu imam qurra' sebagai suatu madzhab yang berbeda dengan madzhab lain.Qiraat ini sanad-sanadnya juga sampai pada Nabi.
            Az-Zahabi menyebutkan dalam tabaqotul qurra' bahwa sahabat yang terkenal guru & ahli qiraat ada 7 yaitu Ustman,Ali,Ubay,Zaid bin Tsabit,Abu Musa Al-Asy'ari & Ibnu Abbas.
            7 imam qiraat sedunia diantaranya:Abu Amr,Nafi','Ashim,Hamzah,Al-Kisai,Ibnu Amir,Ibnu Kastir +Abu Ja'far Yazid bin Qa'qa' Al-Madani,Ya'qub bin Ishaq,Khalaf bin Hisyam(10 imam qiraat).Hanya 7 imam qiraat yang masyhur karena sangat banyaknya periwayatan qiraat mereka.
 
B.Macam-Macam Qiraat & Imam-Imamnya
a.Macam-Macam Qiraat
            Sebagian ulama menyimpulkan macam-macam qiraat ada 6:
1.Mutawattir   :qiraat yang dinukil oleh banyak periwayat yang tidak mungkin sepakat untuk berdusta dan sanadnya sampai pada Nabi.
2.Masyhur       :Qiraat yang shohih sanadnya (tapi tidak mencapai derajat mutawattir),sesuai dengan kaidah bahasa arab & rasm utsmani serta terkenal dikalangan ahli qiraat(sehingga tidak kategori qiraat syad).
3.Ahad                        :Qiraat yang shohih sanadnya tetapi menyalahi kaidah bahasa arab,rasm utsmani dan tidak terkenal.
4.Syadz           :Qiraat yang tidak shohih sanadnya.
5.Maudlu'        :Qiraat yang tidak ada asalnya.
6.Mudraj         :Yang ditambah kedalam qiraat sebagai penafsiran(lafadz sebagai penafsiran yang disisipkan kedalam ayat).
            Macam-macam qiraat no 3-6 tidak boleh diamalkan,menurut jumhur qiraat imam 7 itu adalah mutawattir.Menurut Nawawi:"qiraat yang syadz tidak boleh dibaca baik dalam sholat maupun diluar sholat karena itu bukan Al-Qur'an.

b.Imam-Imam Qiraat
            Menurut Abu Bakar bin Mujahid 7 imam qiraat yang masyhur karena mereka adalah ulama yang terkenal hafalannya,ketelitiannya dan lama menekuni dinia qiraat serta disepakati untuk diambil dan dikembangkan qiraatnya,adalah:
1.Abu 'Amr bin 'Ala(guru besar para perowi)
Nama lengkap             :Zabban bin 'Ala bin 'Ammar Al-Mazini Al-Bashri
Periwayatnya              :
a.Ad-Dauri(Umar Hafs bin Umar bin Abdul Aziz Ad-Dauri An-Nahwi)
b.As-Susi(Abu Syu'aib Sholeh bi Ziyad bin Abdulloh As-Susi)

2.Ibnu Katsir
Nama lengkap             :Abdulloh bin Katsir Al-Makki
Periwayatnya              :
a.Al-Bazi(Ahmad bin Muhammad bin Abdulloh bin Abu Bazzah),muadzin di Makkah
b.Qonbul(Muhammad bin Abdur Rohman bin Muhammad bin Kholid bin Sa'id Al-Makki Al-Makhzumi)diberi kunyah Abu 'Ammar dan dijuluki Qonbul.

3.Nafi' Al-Madani
Nama lengkap             :Abu Ruwaim Nafi' bin Abdurrohman bin Abu Nu'aim Al-Laisi)

Periwayatnya              :
a.Qolun(Isa bin Munya Al-Madani).Nafi' menjulukinya Qolun karena keindahan suaranya
b.Warasy(Utsman bin Sa'id Al-Mishri).Dijuluki karena putihnya
4.Ibnu 'Amir Asy-Syami
Seorang hakim di Damaskus pada masa kholifah Walid bin Abdul Malik.
Nama lengkap             :Abdulloh bin 'Amir Al-Yahsubi
Nama panggilan          :Abu Imron
Periwayatnya              :
a.Hisyam(Hisyam bin 'Imar bin Nusair)
b.Ibn Zakwan(Abdulloh bin Ahmad bin Basyir bin Zakwan Al-Qurasyi Ad-Dimasyqi)

5.'Ashim Al-Kufi
Nama lengkap             :'Ashim bin Abun Najud,Abu Bahdalah,Abu Bakar
Periwayatnya              :
a.Syu'bah(Abu Bakar Syu'bah bin Abbasbin Salim Al-Kufi)
b.Hafs(Hafs bin Sulaiman bin Mughiroh Al-Bazzaz Al-Kufi)
            Nama panggilannya adalah Abu 'Amr.Dia adalah seorang yang terpecaya.Menurut Mu'in,ia lebih pandai qiraatnya dari pada Abu Bakar.

6.Hamzah Al-Kufi
Nama lengkap             :Hamzah bin Habib bin Imarah Az-Zayyal Al-Fardi At-Taimi
Periwayatnya              :
a.Khalaf(Khalaf bin Hisyam Al-Bazzaz)
b.Khalad(Khalad bin Khalid ∕ Ibn Khalid As-Sairofi Al-kufi)

7.Al-Kisai Al-Kufi
Nama lengkap             :ali bin Hamzah(dinamakan Al-Kisai karena waktu ihram ia memakai kisa)
Periwayatnya              :
a.Abdul Harits(al-Lais bin Khalid Al-Bagdadi)
b.Hafs Ad-Dauri,ia juga merupakan periwayat dari Abu 'Amr
            Adapun 3 imam qiraat yang menyempurnakan menjadi 10 adalah:
1.Abu Ja'far Al-Madani(Yazid bin Qo'qo')
Periwayatnya  :- Ibn Wardan                          - Ibn Jimaz
2.Ya'qub Al-Bisri(Abu Muhammad Ya'qub bin Ishaq bin Zaid Al-Hadrami)
Periwayatnya  :- Ruwais                                 - Rauh
3.Khalaf(Abu Muhammad Khalaf bin Hisyam bin Sa'lab Al-Bazar Al-Bagdadi)
Periwayatnya  :- Ishaq                                    - Idris
            Sebagian ulama juga menambahkan lagi 4 qiraat
1.Qiraat Al-Hasanul Basri
2.Qiraat Muhammad bin Abdurrohman ∕ Ibn Muhammad Aisin
3.Qiraat Yahya bin Mubarok Al-Yazidi An-Naihowi
4.Qiraat Abul Faraj Muhammad bin Ahmad Asy-Syanbuzi

C.Manfaat Perbedaan Qiraat
            Diantara manfaat dan hikmah dari perbedaan qiraat Al Qur'an ,adalah |:
1.Membuktikan terpeliharanya Al Qur'andari perubahan dan penyimpangan.
2.Membuktikan dan memudahkan umat dalam membaca Al Qur'an.
3.Membuktikan keagungan mukjizat Al Qur'an.
4.Menjelaskan sesuatu yang masih global.
5.Menolak tafsiran atau bacaan yang tidak diinginkan.
A.Pengertian Dlomir,Ta'rif & Tankir,Ifrad & Jamak,Soal & Jawab & Penggunaanya
Dhomir(kata ganti)
            Pada dasarnya dhomir di letakkan untuk mempersingkat perkataan,ia berfungsi untuk menggantikan penyebutan kata-kata yang banyak dan menempati kata-kata itu secara sempurna tanpa merubah makna yang di maksud dan tanpa pengulangan.
Contoh :اعدالله لهم مغفرة واجرا عظيما
Ta'rif dan Tankir(isim ma'rifat dan nakiroh)
*Penggunaan isim ma'rifat:
1.Untuk menunjukkan satu
   Contoh : وجاء من اقصى المدينة رجل يسعى 
2.Untuk menunjukkan macam
   Contoh  ولتجدنهم احرص الناس على حياة
-Satu macam dari kehidupan yaitu mencari tambahan untuk masa depan sebab keinginan        itu bukan terhadap masa lalu atau sekarang.
3.Untuk menunjukkan satu dan macam sekaligus.
  Contoh والله خلق كل دبة من ماء
- Setiap macam dari segala binatang itu berasal dari suatu macam air dan setiap individu binatang itu berasal dari satu  نطقة.
4. Untuk membesarkan keadaan
  Contoh          :فاْ ذنوابحرب من الله  "peperangan yang dahsyat"
5.Menunjukan arti banyak
  Contoh          :ائنّ لنا لاجرا  "pahala yang banyak"
6.Membesarkan & menunjukan arti banyak
  Contoh          :وإن يكذبوك فقدكذبت رسل من قبلك"rosul-rosul yang mulia dan banyak jumlahnya"
7.Meremehkan
  Contoh          :من أي شيئ خلقه"dari sesuatu yang hina ,rendah dan teramat remeh"

8.Menyatakan sedikit
 Contoh           :وعدالله المؤمنين والمؤمنات جنّات تجرى من تحتها الانهار خلدين فيها ومساكين طيبة في جنات عدن ورضوان من الله اكبر                                                                                                             
"keridhoan yang sedikit dari Allah itu lebih besar dari pada surga karena keridhoan itu pangkal dari kebahagiaan"
*Penggunaan isim nakiroh :
1.Ta'rif dengan isim dhomir
2.Ta'rif dengan 'alamiyah berfungsi untuk   :
   a.Menghadirkan pemilik nama itu dalam hati sami' dengan nama yang khas.
  b.Memuliakan.contoh  :محمدرسول الله
   c.Menghinakan. Contoh :تبّت يدا أبى لهب وتبّ
3.Ta'rif dengan isim nakiroh berfungsi untuk :
   a.Menjelaskan bahwa yang ditunjuk itu dekat.contoh  :هذا خلق الله فأرونى ماذا خلق الذين من دونه 
   b.Menjelaskan dengan kata tunjuk jauh.contoh :واولئك هم المفلحون
   c.Menghinakan dengan menggunakan kata tunjuk dekat.
    Contoh :وماهذه الحياة الدنيا إلا لهو ولعب
   d.Memuliakan dengan kata tunjuk jauh.
     Contoh :ذلك الكتاب لاريب فيه
   e.Mengingatkan bahwa musyar ilaih yang diberi beberapa sifat itu sangat layak dengan sifat yang disebutkan setelah isim isyaroh tersebut.(al baqarah :2-5)
4.Ta'rif dengan isim maushul.
   a.Karena tidak disukai menyebutkan nama sebenarnyauntuk menutupinya.
     Contoh : والّذى قال لوالديه أف لكما
   b.Menunjukan arti nama.
     Contoh : والّذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا
   c.Meringkas kalimat.
     Contoh : ياءيّها الذين أمنوا لاتكون كالّذي أذو موسى فبرأه الله ممّا قالوا
            Andaikan nama-nama orang yang menyatakan itu disebutkan tentu kalimat itu akan menjadi panjang.
5.Ta'rif dengan "al" berfungsi untuk :
   a.Menunjukan sesuatu yang sudah diketahui karena telah disebutkan.
Contoh : ألله نور السموات والأرض مثل نوره كمشكوة فيها مصباح المصباح في زجاجة الزجاجة كأنّها كوكب ذرج
   b.Menunjukkan sesuatu yang sudah diketahui bagi sami'
Contoh :لقد رضي الله عن المؤمنين اذ يبا يعونك تحت الشجرة
   c.Sesuatu yang sudah diketahui karena ia hadir pada saat itu
Contoh : وم أكملت لكم دينكمالي
   d.Mencakup semua satuannya
Contoh : إنّ الإنسان لفي خسر
   e.Menghabiskan segala karakteristik
Contoh : ذلك الكتاب
Kitab yang sempurna petunjuknya dan mencakup isi kitab yang diturunkan dengan segala karakteristiknya.
e.Menerangkan esensi ,hakikat dan jenis
Contoh :  وجعلنا من الماء كل شيء حي
Ifrod dan Jama'
            Sebagian lafadh dalam Al-Qur'an dimufrodkan untuk sesuatu makna tertentu atau dijama'kan untuk sesuatu syarat khusus,lebih diutamakan jama' atau mufrodnya atau sebaliknya.Oleh karena itu dalam Al Qur'an sering dijumpai sebagaian lafadz yang lainnya dalam jama'nya.Contoh : kata  أللب  selalu disebutkan dalam bentuk jama' ألألباب  dalam ayat إنّ في ذلك لذكرى لاولى ألألباب                           

Soal dan Jawab
→ Pada dasarnya jawaban itu harus sesuai dengan pertanyaan namun terkadang ia menyimpang dari apa yang dikehendaki pertanyaan.Hal ini untuk mengingatkan bahwa jawaban itulah yang seharusnya ditanyakan.Jawaban seperti ini disebut "Uslub Al-Hakim".
Ex :يسئلونك عن الأهلة قل هي مواقيت للناس والحج 
Mereka menanyakan kepada Rasul tentang bulan ,mengapa pada mulanya ia tampak kecil seperti benang,kemudian bertambah sedikit demi sedikit hungga purnama,kemudian menyusut lagi terus menerus sampai kembali seperti semula.Jawaban yang diberikan kepada mereka berupa penyelesaian mengenai hikmahnya.
→  Terkadang sebuah jawaban lebih umum daripada yang ditanyakan.
Ex : قل الله ينجّيكم منها ومن كلّ كرب    sebagai jawabnya dari pertanyaan من ينجيكم من ظلمات البر
→  Terkadang pula lebih sempit dari pertanyaan
Ex : قل ما يكون لي ان ابدّله من تلقاء نفسي   sebagai jawaban dari pertanyaan ائت بقرأن غير هذا اوبدّله
Kata su'al bila dipakai untuk meminta sesuatu pengertian,maka terkadang bermuta'addi kepada maf'ul kedua secara langsung dan terkadang menggunakan kata Bantu عن .Ex : ويسئلونك عن الروح
→  Dan bila digunakan untuk meminta suatu benda atau yang serupa ,ia muta'addi kepada maf'ul kedua itu secara langsung atau dengan bantuan kata bantu   من .Namun cara pertama lebih banyak berlaku.Ex. واسألواما أنفقتم
B.Mutarodif Dalam Al-Qur'an
Mutarodifat dalam Al-Qur'an
a.Khouf & Khosyyah
            Makna khosyyah lebih tinggi dari khouf ,karena khosyyah terambil dari kata شجرة خشية artinya pohon yang kering ,jadi arti khosyyah adalah takut.Sedang khouf terambil dari kata نقة خوف  artinya unta betina yang berpenyakit ,yakni mengandung kekurangan , bukan berarti sirna sama sekali.
b.Sabil dan Thoriq
            Yang pertama banyak dipakai pada kebaikan ,sedang yang kedua hampir tidak pernah dipakai  pada kebaikan kecuali disertai sifat atau idhofah.Ex. يهدي إلى الحقّ وإلى طريق المستقيم   .Menurut Ar-Ragib dalam mufrodatnya ,"As-sabil adalah at-thoriq atau jalan yang didalamnya terdapat kemudahan.Jadi lebih khusus dari Ath-Thoriq.\
c.Asy-Syah dan Bukhl
            Arti lafadh pertama lebih umum dari lafadh yang kedua ,karena pada umumnya Asy-syah adalah al-bukhl atau kikir yang disertai ketamakan.
d.Madda dan Amadda
            Ar-Ragib dlm menjelaskan kata imdad adalah bentuk masdar dari amadda banyak dipakai pada hal-hal yang disenangi.Ex.وامددناهم بفاكهة .Sedangkan madda digunakan pada sesuatu yang tidak disenangi.Ex. ونمد له من العذاب مدّا

disusun Oleh:
Teman-teman Putri tahun 2009
MA Sunan Ampel
guna untuk persiapan UNAS

Semoga karya dan amalnya bisa bermanfaat dan bisa tercapai cita-citanya

salam 5f 
 by owner blog

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar